Quotes

"Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan."
— Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia)
Perspektif yang penuh rasa syukur membawa kebahagiaan dan kelimpahan ke dalam kehidupan.


Sunday, 22 January 2012

Tangisan dalam mimpi

Mungkin lama sejak terakhir kali aku bermimpi tentang dia. Dia yang ada dan akan selalu ada di hatiku. Rasa rindu yang tak pernah terbendung, membuatku selalu mengingat waktu-waktu bersamanya. Suatu malam aku bermimpi, sedang bersamanya, menemaninya di masa-masa sulit, masa dimana tubuhnya tak lagi sehat. Saat itu kita tahu bahwa hidupnya tak lama lagi, dia menangis dan aku memeluknya erat, seakan ingin selalu bersama dirinya.

picture from here

Mimpiku memang sesederhana itu kelihatannya. Tapi aku tahu maknanya sangat besar, paling ga buat aku. Aku tahu di saat aku merindukannya, dia datang, selalu tepat pada waktunya, meskipun hanya bisa lewat mimpi. Sayang waktu natal kemarin aku ga bisa mengunjungi tempat peristirahatannya yang terakhir. Mungkin sekarang aku baru ngerasain gimana rasanya ditinggalin buat selama-lamanya. Apalagi belum bisa kasih sesuatu hasil dari jerih payahku sendiri.

Pernah suatu saat pergi karaokean bareng sama temen. Aku milih beberapa lagu, temen juga milih, trus nyanyi bareng. Giliranku buat milih lagu lagi, saat itu lihat temen milih lagunya Ebiet G. Ade, langsung muncul di pikiranku buat milih salah satu lagu dari Ebiet juga, judulnya Titip Rindu Untuk Ayah. Banyak lagu yang di list pilihan kita. Tiba saatnya lagu itu, ditanya sama temen: Siapa yang milih lagu ini?, trus aku jawab kalo itu pilihanku dan aku minta di skip aja, aku ga mau nyanyi'in lagu itu. Dan akhirnya malah lagu itu ga di skip, tapi di nyanyi'in sama temen. Dia tanya: Lagi kangen papa'mu ya? Aku jawab iya dan aku yakin saat itu tatapanku  penuh kesedihan, tapi aku berusaha buat ngontrol rasa yang ada.

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

Selalu ngerasa gimana gitu kalo muter lagu ini. Berharap bisa ngerasain pelukan yang dulu pernah ada. Ke'isengan yang pernah ada. Canda tawa yang takkan pernah tergantikan.
Sekarang Lia lagi berjuang buat bikin papi bangga, meskipun papi udah di atas sana, tapi Lia yakin papi tetep bisa ngerasain apa yang Lia rasa. Semoga doa papi juga selalu menyertai Lia. xoxo

Singkat namun berarti

picture from here
Masih tersimpan di kepala tiap detail sejak aku mengenalnya. Saat pertama bertemu ga ada pikiran untuk bisa dekat. Mengenal aja cukup, dalam pikiranku. Kita main bareng, pergi makan, nonton, nongkrong, dan beberapa kali nemenin kegiatannya. Aku masih ingat sejak kapan kita makin lama makin dekat, saat pertama itu, dan aku pun tetap ga mikir buat dekat sama dia. Tapi ternyata hari itu adalah awal dari semuanya.

Bahagia boleh mengenal dia dengan segala pembawaannya. Mungkin beberapa bulan pun adalah waktu yang cukup buat aku tau siapa dia. Ada sisi dewasa di dirinya meskipun belum dalam segala hal, pekerja keras, pintar, baik, dan (mungkin) dia sedikit perasa sejauh yang aku tahu.

Di setiap penjuru jogja, setiap aku melewati jalan-jalan itu, aku selalu ingat dia. Dari tempat makan, tempat nongkrong, cafe, dealer, bioskop, tempat karaoke, alun-alun, malioboro, circle K selalu mengingatkanku padanya. Aku senang bisa ngenang itu semua. Mungkin perkenalan kita belum lama, umur kita berteman pun juga belum lama, jadi kebersamaan pun juga singkat, tapi berasa udah lama dan itu sangat berarti.

For the first time, and hope not for the last ^^

Mungkin moment di sini yang ga bakal terlupakan :)

Segala yang udah kita obrolin, kita lewatin, aku tau ini semua Tuhan yang rencana'in. Aku bersyukur atas itu, atas segalanya, atas perkenalanku dengannya. Ga peduli orang berkata apa, karna cuma kita yang tau tentang gimana sebenernya, arti dari semuanya, hubungan yang ada selama ini. Mungkin saat ini yang aku perlukan cuma waktu, waktu dimana aku bisa buat semuanya jadi netral. Jangan pernah berubah walaupun mungkin sesaat aku harus menjauh, mungkin itu yang terbaik, yang bisa bikin hubungan kita jadi lebih baik ke depannya.
Doaku: Sukses selalu dan dapat yang terbaik dari Tuhan. Jangan pernah berhenti berharap dan berusaha. RencanaNya selalu lebih indah dari rencanamu, percaya aja.
Promise me we'll meet again someday and somewhere. Thanks for every little thing that happened, it means big to me. I'm happy to have you as my brother :) xoxo