Quotes

"Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan."
— Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia)
Perspektif yang penuh rasa syukur membawa kebahagiaan dan kelimpahan ke dalam kehidupan.


Tuesday, 20 September 2011

Being Thankful


Senangnya aku hari ini, leganya aku hari ini. Campur aduk sampe hebrink sendiri. Ceritanya aku lagi menempuh skripsi. Dosen pembimbingku memang bukan dosen harapanku saat pertama kali aku mau ngambil skripsi sih, tapi mau gimana lagi, masa mau nunda ga ambil skripsi gara-gara ga dapat yang sesuai keinginan. Hari ini aku bimbingan ketiga kalinya kalo ga salah, minggu kemarin ga bimbingan soalnya ga siap mau ketemu sama dosennya. Waktu ketemu tadi sore, pertama kali beliau tanya kapan aku pengen lulus. Beliau tanya mau lulus lama atau sebentar mbak? Ya pasti aku jawab sebentar dong. Mana ada mahasiswa yang pengen lulus lama. Setiap kali bimbingan, beliau tidak lupa untuk selalu memberi wejangannya. Kita harus rajin membaca paling tidak dua sampai tiga jam tiap harinya. Beliau selalu memberi ilustrasi tentang kendaraan bermotor, kalo udah lama ga kita pake pasti susah buat di  nyalain. Sama halnya dengan otak kita. Makasih buat wejangannya ya bu dosen.

Bimbingan ketiga kalinya, yaa bisa dibilang masih grogi. Tapi udah ga kaya yang kemarin, aku bisa lebih tenang sekarang. Cuma berharap besoknya bisa semakin tenang aja, jadi bisa enjoy kalo ketemu dan ngobrol sama beliau. Sebenernya beliau baik, beliau sabar dan selalu bisa kasi pengarahan yang jelas. Kaya hari ini, akhirnya setelah beberapa kali bimbingan, topikku disetujuin juga. Thanks God! Sekarang aku punya tugas buat dua minggu ke depan. Berharap aku bisa nyelesein yang beliau minta. Aku percaya Tuhan selalu mendampingiku, jadi aku yakin kalo aku pasti bisa ngerjain. Amin! Thanks juga buat orang-orang yang selalu kasih dukungan buat aku.

Memang ga gampang, pengennya nyerah aja, pengennya balik ke kuliah aja, tapi ini realita yang harus di jalani. Merasa diri ga mampu buat nyelesein, tapi ternyata ga seburuk itu asal kita mau belajar dan belajar, membaca dan membaca. Bersyukur selalu ada yang mendukung, bersyukur selalu di kasih jalan sama Tuhan. Aku ga pernah ngerasa sebahagia ini dari awal ngerjain skripsi.
Thanks thanks thanks GOD! I love you more more and more :*

Monday, 19 September 2011

The Truth

don't ever expecting too much

Cinta selalu datang dan pergi, ga pernah bisa ditebak, ga pernah bisa ditolak. Ada yang bilang cinta ga harus memiliki, tapi ada juga yang ga setuju tentang itu. Kalo aku punya prinsip gini: "Kalau pun ga bisa bersatu sama orang yang dicinta, aku akan bahagia kalo dia bahagia." Ga perlu harus bersama selamanya, ga perlu harus menghabiskan hidup sampai kakek nenek sama dia. Cinta memang ga pernah punya syarat, tapi dalam menjalin suatu hubungan kita dituntut untuk memenuhi syarat, entah apa pun itu harus bisa dipenuhi atau hubungan itu ga akan bisa jalan (walaupun terkadang seiring berjalannya waktu, syarat itu ga lagi harus dipenuhi karena beberapa hal).

Aku selalu mengusahakan diriku untuk bisa realistis. Ga suka terlalu menghabiskan waktu yang terlalu lama buat sesuatu yang terlihat samar. Aku selalu mengekspresikan atau mengatakan sesuatu yang memang menurutku harus. Aku suka untuk mencari kejelasan sekiranya memang udah waktunya, karena kembali lagi di kata-kata sebelum ini, aku ga suka menghabiskan waktuku dengan sia-sia.

Aku sering bilang ke temen buat ga ngabisin waktu mereka, tapi ga semua orang punya pemikiran yang sama kaya aku, ga semua orang bisa dan punya keberanian buat sakit hati karena harus meninggalkan sesuatu yang mereka belum tau kejelasannya kaya apa. Ya intinya mereka bakal nunggu sampai dapat kejelasan, bukan mencari kejelasan itu.

Ada juga yang udah dapat kejelasan, tapi masih aja ga bisa bikin dirinya buat move on. Aku ga pernah nyalahin orang-orang kaya gitu. Aku harga'i setiap orang dengan pemikirannya yang berbeda. Buat kamu, cuma pengen kasih pesen aja,, mau sampai kapan? Ini waktunya kasih penegasan buat perasaanmu kalo mungkin dia bukan jodohmu, mungkin bukan waktunya, dan bahkan memang mungkin keadaannya ga bisa dipaksain.

Makasih buat rasa sayang dan perhatiannya. Tapi maaf keadaan yang ada ga bisa dipaksain. Aku bukan orang yang sempurna, aku ga bisa berbuat banyak. Masih pengen deket ga masalah, tapi aku juga punya batasan. Coba lah buka hati untuk yang lain, jangan fokus sama yang di sini. Jangan sampai menghabiskan waktumu dengan percuma. Aku yakin,, suatu saat kamu bakal nemuin yang terbaik buat kamu dan kamu bakal nemuin kedamaian di dalamnya.

But down the road the sun is shining
In every cloud there’s a silver lining
Just keep holding on
And every heartache makes you stronger
But it won’t be much longer
You’ll find love, you’ll find peace
And the you you’re meant to be
I know right now that’s not the way you feel
But one day you will

Bersyukurlah dengan apa yang ada sekarang dan teruslah berjalan ke depan.
Cheers! :)

Tuesday, 13 September 2011

Campur Aduk

Berasa kaya lagi makan sesuatu dengan perisa nano-nano. Poko'nya yang punya rasa campur-campur.


Pengen teriak, pengen lari, pengen marah, pengen ngelampiasin semua ke suatu hal. Pernahkah ngerasa kaya gitu? Di dalem rasanya sakit bukan maen, nyesek bukan maen. Ga ada yang bisa dilakuin, ga ada yang bisa dirubah, ga ada yang bisa ngerubah juga (mungkin). Trus mesti gimana?ya kaga ngerti dah.
Masalah,, selalu datang di saat satu masalah selesai, bahkan terkadang dia datang ga nunggu masalah sebelumnya selesai.
Aku tau tiap orang punya masalahnya masing-masing, punya bobot masalah yang mungkin lebih berat. Tapi kadang ga bisa terima juga, pusing mikirinnya, di selesai'in juga tak kunjung selesai.
Dikasih penjelasan sama beberapa orang, yang punya pemikiran berbeda, yang punya pengalaman lebih banyak, punya pengetahuan lebih banyak. Saat dikasih penjelasan sih bisa lebih santai, lebih tenang, yang pasti bisa bikin ga sakit ati atau pun mikir sampai sebegitunya. Tapi kebanyakan cuma bisa ngerasain saat itu aja,, susah buat diterapin secara berkelanjutan.
Katanya: "Tiap orang punya daya tampung di otak masing-masing, misal tiap orang ukurannya 1 gelas, ya pasti bisa menampungnya cuma segitu. Kalo lebih dari itu, pasti bakal tumpah (ga cukup gelasnya)." Sama halnya juga soal jatah rejeki, tiap orang juga punya jatahnya masing-masing. Jangan pernah nyoba buat ngambil atau ngurangin, suatu saat jatah yang seharusnya jadi milik kita, bakalan lebih banyak dikurangin.
Kata-kata yang setelah tanda petik itu benernya cuma buat sharing aja sih. Ga nyambung sama judul postingan kali ini kaya'nya.
Yaahh itu, kadang pengen buat ga mikirin apa yang seharusnya ga dipikirin. Tapi ga bisa juga,, mungkin belum bisa lebih tepatnya. Akibatnya semua jadi campur aduk, berasa kepala mau pecah.
Aku tau hidup itu pilihan. Tergantung mau menjauh dari masalah atau menghadapi masalah itu. Semua ada jalan keluarnya, tergantung kita bisa nemuin atau ga.

Friday, 9 September 2011

Setahun Setelah Kepergiannya


Tanggal 8 kemarin, tepat 1 tahun dia pergi. Berasa baru bentar saat itu terjadi. Ga ngira ternyata udah setahun. Rasa rindu, pengen ketemu, pengen bercanda, pengen meluk, pengen ngobrol nyampur jadi satu. Aku ga bisa berbuat apa-apa, hanya air mata yang tiba-tiba menetes. Semua kenangan terlintas di kepala sesaat, bikin aku semakin sakit aja.
Kecewa sedih semua juga nyampur jadi satu. Di saat ini aku berjuang nyelesai'in kuliahku, berharap dia masih ada, and bisa hadir waktu aku dapetin gelarku. Tapi ternyata Tuhan berkata lain. Sedih banget siihhh benernya, masih banyak yang pengen aku kasih ke dia, impian yang udah aku rancang.
Papi, dia udah kaya temen sendiri. Kadang perlakuanku ke dia di bilang orang kurangajar, tapi aku sama papi pun enjoy aja. Pagi ini nemuin lagu yang belum pernah aku denger sebelumnya. Denger lagu ini bikin miris, ngerasa kalo liriknya mencerminkan apa yang lagi ku alamin.

Dance With My Father
Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me and then
Spend me around till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance
Another walk, another dance with him
I’d play a song that would never ever end
How I’d love love love to dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my momma said
Later that night, when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he would be gone from me
If I could steal
One final glance
One final step
One final dance with him
I’d play a song that would never ever end
Cause I’d love love love to dance with my father again
Sometimes I’d listen outside her door
I’d hear how my mother cried for him
I’d pray for her even more than me
I know I’m praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don’t do it usually
But dear Lord she’ s dying to dance with my father again
Every night I fall asleep
And this is all I ever dream

Aku bangga jadi anaknya. Aku bangga punya papi seperti dia. Seseorang yang keras, tapi penuh kasih sayang. Seseorang yang punya selera humor tinggi. Seseorang yang amat di sayangi oleh orang-orang di sekitarnya. Hampir aku ga bisa deskripsi'in dia itu kaya apa. Sekarang aku cuma pengen bikin dia bangga ngeliat aku dari atas sana. Walaupun ada yang kurang sih, soalnya secara fisik dia ga ada di sini.
Satu hal yang aku ga nyangka dari papi. Dulu sewaktu dia masih ada, aku pernah kirim gambar teks. Gambarnya itu dua panda, yang satunya lagi meluk. Ya secara aku dan dia ada di dua kota yang berbeda, jadi ga mungkin bisa peluk langsung, padahal aku pengen kasi support ke dia. Pas dia ga ada, aku buka inbox hp'nya, aku nemuin gambar teks itu masih disimpen. Terharuuu banget, ternyata walopun ga ada balesan dari dia, dia masih nyimpen.
Thanks God, Kau titipkan aku sebagai anaknya.
Lia sayang papi. Lia selalu kangen papi. Muuuaaaaaccchhh!!